Wednesday, August 10, 2016

Sejarah Desa Sentol Laok

Sejarah Desa


Pada zaman dahulu Desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep terdiri dari 3 dusun, satu di sebelah selatan jalan DPU dahulu disebut dusun Masaran dan sebelah utara jalan DPU di sebut dusun Tengginah dan dusun Lembanah. Pada saat itu kepemimpinan dipegang oleh Pak Sarasi, namun setelah saudaranya Pak Sarasi menjadi kepala desa juga di Desa Sentol Daya Dusun Masaran yang letaknya diselatan jalan DPU diserahkan kepada saudaranya. Dan desa Sentol Laok sekarang hanya terdiri dari dua Dusun yaitu Dusun Tengginah dan Lembenah. Desa Sentol Laok termasuk desa yang terselubung yakni disebelah selatan termasuk Desa Sentol Daya disebelah barat termasuk desa Rombasan dan Desa Larangan Perreng sebelah utara termasuk Desa Sentol Daya dan dan sebelah timur termasuk dasa Pakamban Laok dan desa Pakamban Daya.

Pemerintahan Desa Sentol Laok sebelumnya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan . Sesuai dengan perkembangan keadaan dan kondisi masyarakat maka wilayah pemerintahan dibagi menjadi 2 (dua) yaitu wilayah Lembenah dan Wilayah Tengginah.

Dimulai secara administrasi Pemerintahan Desa Sentol Laok belum ada kejelasan tahun kapan pemerintahan Desa Sentol Laok berdiri. Namun setelah tahun 1915 pemerintahan Desa Sentol Laok diawali dengan pemerintahan bapak Sarasi sebagai kepala desa pertama. Pada saat itulah penduduk atau masyarakat mulai diajak bermusyawarah mengenai tata cara membangun serta mengelola desa. Berikutnya pada tahun 1930 pemerintahan Desa Sentol Laok diganti oleh bapak admo Angriman sebagai kepala desa kedua, beliau memutuskan pemerintahan Desa Sentol Laok menjadi dua dusun yaitu dusun Lembanah dan Dusun Tengginah. Sedangkan untuk wilayah Lembanah terdiri dari 3 RT, sedangkan Dusun Tengginah terdiri dari 3 RT. Pada tahun 1945-1945 kepemimpinan desa dipimpin oleh bapak Matsaha sebagai kepala desa ketiga dan didampingi oleh bapak Kumprek sebagai Sekdes Sentol Laok belum ada perkembangan masih dalam penjajahan Jepang. Setelah itu, pemerintahan Desa dipimpin oleh Bapak Maimunaji sebagai Kepala Desa keempat yang didampingi oleh bapak Dul Kamar sebagai Sekdes dalam menjalankan pemerintahan Desa samapai dengan tahun 1977. Setelah itu Bapak Dulkamar meninggal dunia, Sekdesnya diganti oleh Bapak Muhammad Hasym sebagai Sekdes sampai dengan tahun 1985, beliauberhasil mengajak masyarakat untuk mengelola Desa menjadi berkembang. Pada tahun 1985 Bapak Maimunaji meninggal dunia, setelah Bapak Maimunaji meninggal dunia kepemimpinan Desa Sentol Laok dipimpin oleh Bapak Muhammad Hasyim selaku PJS Kepala Desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Bapak Muhammad Hasym menjabat PJS sampai dengan tahun  1990 dan jabatan Sekdesnya dipegang oleh Bapak Kaprawi sampai tahun 1995. Pada tahun 1990 Bapak Muhammad Hasym resmi menjadi Kepala Desa Sentol Laok sampai tahun 1998 dan Sekdesnya dijabat oleh Bapak Subahri. Pada tahun 1998 diadakan pemelihan Kepala Desa kembali dan tetap kepemimpinan Desa Sentol Laok dipegang oleh Bapak Muhammad Hasyim selaku Kepala Desa Sentol Laok sampai tahun 2007 dan Sekdesnya tetap dipegang oleh Bapak Subahri. Pada tahun 2007 kepemimpinan Desa Sentol Laok dipegang oleh Bapak Bahri, S.Ag dan Sekdesnya tetap dipegang oleh Bapak Subahri sampai sekarang. Pada bulan Mei 2013 dilaksanakan pemilihan Kepala Desa kembali dengan dua calon Kepala Desa yaitu Abd Azis dan Bahri, S.Ag dan pada pemilihan Kepala Desa tersebut dimenangkan oleh Bapak Bahri, S.Ag kembali, maka Kepala Desa Sentol laok dipegang oleh bapak Bahri, S.Ag untuk kedua kalinya periode 2013-2019.

No comments:

Post a Comment

About me