Saturday, August 6, 2016

Mengapa Harus Ada Plang Larangan Pemburuan Liar ?

Mengapa Harus Ada Plang Larangan Pemburuan Liar ?

Di Desa Sentol Laok terdapat banyak potensi yang bisa dikembangkan, diantaranya yaitu pohon pisang, pohon kelapa, pohon siwalan, Cabe Jamu, Singkong, Jagung, Kacang Hijau dan Tembakau. Hal-hal menarik di Desa ini juga terdapat lahan-lahan kosong yang masih berbentuk hutan dan belum dikelola oleh masyarakat sebagai lahan pertanian.
Setelah kami telusri, bukan terdapat hamparan pasir seperti diwilayah pesisir, tetapi terdapat banyak pohon siwalan, pohon jati dan pohon kelapa dan tumbuhan-tumbuhan lain yang menyembunyikan kehidupan makhluk lain yang bersembunyi di balik lebatnya pepohonan dan reremputan. Ketika kami mengatakan makhluk lain apakah yang terbesit dalam pikiran kalian ? Jika yang kalian pikirkan makhluk lain yang kami maksud semacam makhluk halus, kalian salah. Tetapi makhluk lain yang kami maksud disini adalah para hewan langka yang terdapat dalam hutan atau alas yang berada di Desa Sentol Laok. Ketika mendengar cerita dari bapak Kepala Desa tentang banyaknya hewan langka yang ada di desa ini, sehingga kami KKN Kelompok 10 UTM berantusias untuk melihat secara langsung hewan-hewan langka yang ada di Desa Sentol Laok ini. Hewan langka yang ada didesa Sentol Laok ini misalnya Ayam Hutan, Burung dan Kucing Hutan. Akan tetapi setelah kami ingin melihat secara langsung hewan-hewan yang belum terlindungi ini, kami menemukan sesuatu yang memperihatinkan. Taukah kalian apa itu ? Terdapat orang-orang yang melakukan pemburuan liar di desa ini dengan cara menmbak hewan-hewan langka yang sepatutnya dilindungi. Sehingga setelah melihat hal tersebut, kami sebagai Mahasiswa yang sudah memahami pentingnya menjaga kelestarian Alam mulai berinisiatif untuk membuat Plank dan Peraturan Desa yang bertujuan untuk melindungi hewan liar yang ada di desa ini agar generasi penerus bisa merasakan dan menikmati indahnya hewan-hewan langka yang merupakan penghuni asli yang ada di Desa Sentol Laok. Alhamdulillah, keinginan kami disetujui dan direspon positif oleh Bapak Kepala Desa karena Plank Desa ini sebenarnya merupakan bagian dari prokram kerja pemuda Karang Taruna yang ada di Desa ini tetapi masih belum terealisasi. Maka dalam kesemptan ini kami mencuri kesempatan dibalik kemudahan, yaitu mengajak seluruh perangkat desa dan pemuda Karang Taruna untuk mendukung Program keja tentang Plang Pemburuan liar ini. Maka pada tanggal 01 Agustus 2016 pukul 20.00 WIB terjadilah kesepakatan bersama untuk membentuk musyawarah tentang peraturan desa yang menaungi tentang pemburuan liar yang diikuti oleh KKN Kelompok 10 UTM dan Seluruh perangkat desa bersama pemuda karang taruna. Diantaranya hasil kesepakatan yang diperoleh yaitu :
Sanksi Hukum Desa Terhadap Pemburuan Liar di Desa Sentol Laok :
1. Teguran
2. Jika tertangkap basah, senjata yang digunakan wajib untuk diambil
3. Sanksi/denda Rp.100.000 (1 ekor)
4. Surat pernyataan tidak berburu lagi (Bematerai)

Adapun teknis pemasangan plank ini akan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 05 Agustus 2016 pukul 08.00 WIB tempat di Balai Desa dengan 5 titik penjuru yang dijadikan sebagai pusat pemasangan plank pemburuan liar ini. Maka setelah diterapkannya peraturan dan pemasangan plank diharapkan seluruh warga maupun masyarakat yang ada diluar desa Sentol Laok bisa saling bekerja sama untuk membantu melestarikan alam yang ada di Desa Sentol Laok.

No comments:

Post a Comment

About me